Ezyplugion – Saham Intel melonjak 15 persen dalam perdagangan Selasa setelah laporan Bloomberg muncul bahwa Apple sedang dalam tahap awal diskusi dengan Intel dan Samsung Electronics mengenai potensi produksi prosesor perangkat utama di Amerika Serikat.
Berita tersebut segera memicu sentimen pasar yang positif. Saham Intel sempat mencapai titik tertinggi sepanjang masa dalam perdagangan harian di angka US$110,48 sebelum ditutup pada US$108,18. Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar perusahaan ke rekor baru sebesar US$543,71 miliar.
Momentum kenaikan saham Intel berlanjut dalam perdagangan setelah jam kerja, dengan peningkatan tambahan sebesar 4,76 persen. Dari titik terendah 52 minggu di US$18,96, nilai saham perusahaan telah melonjak lebih dari 174 persen sejak awal tahun dan naik sekitar 433 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Apple Dilaporkan Mulai Mengurangi Ketergantungan pada TSMC
Sebuah laporan Bloomberg mengungkapkan bahwa para eksekutif Apple telah melakukan pembicaraan langsung dengan Intel mengenai layanan manufaktur chip atau foundry mereka. Selain itu, Apple dilaporkan mengunjungi fasilitas produksi Samsung yang sedang dibangun di Texas.
Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi Apple untuk mengurangi ketergantungannya pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), yang telah menjadi mitra produksi chip eksklusif Apple selama bertahun-tahun.
Saat ini, Apple mendesain sendiri prosesor system-on-chip untuk lini iPhone dan Mac, dan memproduksinya menggunakan teknologi proses 3 nanometer milik TSMC. Perusahaan asal Taiwan ini tetap menjadi pemimpin global dalam teknologi semikonduktor yang dapat dipertukarkan.
Namun, diversifikasi rantai pasokan merupakan isu penting bagi Apple di tengah ancaman geopolitik dan tekanan rantai pasokan global.
CEO Apple, Tim Cook, sebelumnya mengakui bahwa perusahaan menghadapi kendala rantai pasokan karena kekurangan chip global, yang telah berdampak pada beberapa lini produksi.
Potensi Besar untuk Saham Intel
Jika kemitraan ini terwujud, Intel berpotensi mengamankan kontrak manufaktur chip premium senilai miliaran dolar, mempercepat transformasi bisnis foundry-nya.
Intel saat ini sedang mengalami fase kebangkitan besar di bawah kepemimpinan CEO Lip-Bu Tan, yang mengambil alih perusahaan setelah pengunduran diri Pat Gelsinger pada akhir tahun 2024.
Di bawah kepemimpinan baru, Intel berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan yang melebihi ekspektasi analis Wall Street, terutama karena meningkatnya permintaan CPU bisnis dan perluasan infrastruktur kecerdasan buatannya.
Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Intel sedang mengubah strategi foundry-nya, memfokuskan lebih banyak sumber daya pada pengembangan proses 14A generasi berikutnya daripada mengejar pelanggan baru di node 18A.
Langkah ini diyakini akan meningkatkan daya saing Intel dengan pelanggan utama seperti Apple dan Nvidia.
Diskusi telah berlangsung.
Rumor tentang pendekatan antara Intel dan Apple bukanlah hal baru.
Pada September 2025, Bloomberg melaporkan bahwa Intel telah mendekati Apple untuk menjajaki strategi investasi dan peluang kemitraan manufaktur chip.
Analis industri semikonduktor Ming-Chi Kuo dan Jeff Pu bahkan memprediksi bahwa Intel dapat mulai memproduksi chip Apple sebelum akhir dekade ini.
Kuo memperkirakan bahwa Intel dapat mulai memproduksi chip seri M dasar untuk Mac dan iPad pada tahun 2027, sementara chip iPhone non-Pro berpotensi menyusul pada tahun 2028.
Jika prediksi ini terbukti benar, Intel akan menjadi pemain baru yang penting dalam ekosistem manufaktur perangkat Apple.
Dukungan Pemerintah dan Investor Memperkuat Reli
Kebangkitan Intel juga didukung oleh kebijakan pemerintah Amerika Serikat untuk memperkuat industri semikonduktor dalam negeri.
Pada Agustus 2025, pemerintah AS mengumumkan investasi sebesar $8,9 miliar untuk mengakuisisi sekitar 10 persen saham Intel.
Investasi ini menjadi katalis utama bagi pemulihan perusahaan dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap masa depan Intel sebagai pemain strategis di industri teknologi.
Nvidia juga menambah sentimen positif dengan investasi sebesar $5 miliar pada September 2025.
Presiden Donald Trump bahkan memuji kinerja Intel melalui platform media sosialnya, Truth Social, menyebut keberhasilan perusahaan tersebut sebagai kemenangan besar bagi perekonomian AS.
Para analis tetap berhati-hati.
Terlepas dari kenaikan harga saham Intel yang mengesankan, beberapa analis Wall Street tetap berhati-hati.
Target harga saat ini adalah US$79,05, jauh di bawah harga pasar terbaru.
Rasio harga terhadap laba (P/E) Intel ke depan sekarang mencapai 125 kali, level yang dianggap cukup tinggi dan menyisakan sedikit ruang untuk kesalahan dalam pelaksanaan bisnis.
Beberapa indikator teknis juga menunjukkan kondisi jenuh beli.
Namun, beberapa analis tetap optimis karena pertumbuhan dua digit dalam data bisnis dan AI, pembelian internal, dan aktivitas opsi yang terus bullish.
Dengan spekulasi mengenai kemitraan dengan Apple yang semakin meningkat, saham Intel kemungkinan akan tetap menjadi fokus perhatian investor global dalam beberapa bulan mendatang.





